Showing posts with label Pedoman. Show all posts
Showing posts with label Pedoman. Show all posts

Download Anutan Penyusunan Skp Dan Pola Skp Guru Dan Kepsek Sesuai Anutan Yang Diterbitkan Kemendikbud

Terkait dengan telah diberlakukannya Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2013 sebagai peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang  Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil yang bertujuan untuk membangun aparatur sipil negara yang berkualitas, profesional, netral, memiliki  integritas, dan bisa menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dengan baik. BALITBANG Kemndikbud telah menerbitkan Pedoman Penilaian Prestasi Kerja Guru,  Kepala  Sekolah, dan  Guru yang  Diberi  Tugas  Tambahan sebagai  contoh untuk menjamin objektivitas training guru menurut sistem prestasi dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja.
Berikut ini pejabat penilaian  dalam SKP atau Penilaian prestasi kerja pegawai bagi guru dan  kepala sekolah

1) Pejabat Penilaian dalam SKP atau Prestasi Kerja Pegawai bagi Guru

2) Pejabat Penilaian dalam SKP atau Prestasi Kerja Pegawai bagi Kepala Sekolah



Berikut ini Tata Cara Penyusunan SKP Bagi Guru dan Kepala Sekolah sesuai Pedoman yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

1.  Setiap  guru,  kepala  sekolah,  dan  guru yang diberi  tugas  komplemen diwajibkan menyusun  SKP.  Penyusunan  SKP  harus berdasarkan  tugas  pokok  jabatan dengan  mempertimbangkan RKT sekolah  yang merupakan tindak  lanjut  dari  visi dan  misi  sekolah,  hasil EDS, kiprah pokok yang  bersangkutan  sebagai guru dan tugas  tambahannya  sebagai  kepala  sekolah/madrasah,  serta  kegiatan tahunannya.
Hal-hal  yang  harus  diperhatikan  di  dalam  penyusunan  SKP  adalah  sebagai berikut.
a.  Jelas
Kegiatan yang dilakukan harus sanggup diuraikan secara jelas.
b.  Dapat diukur
Kegiatan  yang  dilakukan  harus  dapat  diukur  secara  kuantitas  dalam bentuk  angka  seperti  jumlah  satuan,  jumlah  hasil,  dan  lain-lain,  maupun secara kualitas menyerupai hasil kerja sempurna, tidak ada kesalahan, tidak ada revisi dan pelayanan kepada masyarakat memuaskan, dan lain-lain.
c.  Relevan
Kegiatan yang dilakukan harus menurut lingkup kiprah jabatan masing-masing.
d.  Dapat Dicapai
Kegiatan yang dilakukan harus diadaptasi dengan kemampuan.
e.  Memiliki  Target  Waktu
Kegiatan yang  dilakukan  harus  dapat  ditentukan waktunya.

2.  SKP memuat kegiatan kiprah jabatan, angka kredit dan sasaran yang mencakup kuantitas, kualitas,  waktu,  dan/atau  biaya,  yang  harus  dicapai  dalam  satu  tahun  yang kegiatannya bersifat faktual dan sanggup diukur. Penentuan angka kredit dalam SKP menggunakan  perkiraan untuk kenaikan  pangkat  setingkat  lebih  tinggi  secara normatif yang harus dicapai dalam waktu 4 (empat) tahun. Oleh alasannya yaitu itu, sasaran angka kredit dalam satu tahun yaitu jumlah angka kredit kumulatif minimal yang akan dicapai dibagi 4 (empat).  

3.  SKP yang telah disusun harus dinegosiasikan dan disetujui oleh pejabat penilai, untuk selanjutnya ditetapkan oleh Pejabat Penilai sebagai kontrak kerja yang harus  ditandatangani oleh kedua belah pihak (Pejabat Penilai dan guru yang dinilai).

4.  Jika    SKP  yang    telah    disusun    tidak    disetujui    oleh    Pejabat    Penilai    maka keputusannya  diserahkan  kepada  Atasan  Pejabat  Penilai  dan balasannya bersifat final.

5.  SKP ditetapkan setiap tahun pada awal bulan Januari.

6.  Apabila  terjadi  perpindahan  tempat  tugas  guru,  kepala  sekolah,  dan  guru  yang diberi kiprah komplemen sesudah bulan Januari maka yang bersangkutan menyusun SKP  pada  awal  bulan  di  tempat  yang  baru  sesuai  dengan  surat  perintah/surat keputusan  melaksanakan  tugas,  dengan  terlebih  dahulu  dilakukan  pengukuran oleh atasan pribadi di kawasan kiprah yang lama.

7.  Apabila terjadi mutasi/perpindahan satminkal/tempat kiprah sesudah bulan Januari tahun berjalan, maka guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi kiprah komplemen yang bersangkutan  wajib  menyusun  SKP  pada  satminkal  lama  dan  satminkal baru.  Pada  akhir  tahun  yang  bersangkutan  memperoleh  penilaian  SKP  kawasan tugas  lama  ditambah  penilaian  SKP  tempat  tugas  baru,  lalu  hasilnya  dibagi  2 (dua).  Pejabat  penilai  pada  tempat  tugas  lama  harus  melakukan  penilaian  SKP dan  perilaku  kerja  sampai  dengan  yang  bersangkutan  ditetapkan  Keputusan mutasinya.  Sedangkan  penentuan  rentang  waktu  penetapan  target    SKP  pada tempat  tugas  baru  dilakukan  sesuai  surat pernyataan    perintah  melaksanakan kiprah pada kawasan kiprah baru, 

8.  Guru, kepala sekolah, dan guru yang diberi kiprah komplemen yang tidak menyusun SKP  akan  dijatuhi  hukuman  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan yang mengatur mengenai disiplin PNS.

9.  Formulir SKP untuk guru dan kepala sekolah


Petunjuk Pengisian Formulir  SKP
 1.  Kolom 1 diisi dengan nomor urut identitas dan nomor kegiatan
2.  Kolom  2  diisi  dengan  uraian  kegiatan  tugas  jabatan  guru,  yaitu:  unsur  utama,  unsur penunjang, serta kiprah tambahan.
3.  Kolom 3 ditulis sasaran Angka Kredit (AK) untuk kegiatan setiap   kiprah jabatan yang akan dicapai.
4.  Kolom 4 diisi dengan sasaran kuantitas atau output (TO) untuk setiap kegiatan kiprah jabatan yang akan dicapai.
5.  Kolom 5  diisi  dengan sasaran kualitas (TK)  untuk setiap kegiatan  kiprah jabatan yang akan dicapai
6.  Kolom 6 diisi sasaran waktu (TW) untuk setiap kegiatan kiprah jabatan yang akan dicapai
7.  Kolom  7  diisi  target  biaya  (TB)  diisi      dengan  jumlah  biaya  yang  diperlukan  untuk  setiap kegiatan, yang diisi oleh kepala sekolah.

Berikut ini Contoh SKP Guru yang sudah disusun secara lengkap


Terkait Pedoman Penyusunan SKP selengkapnya dan Tata Cara Penilaian Prestasi Kerja Guru dan Kepala Sekolah sesuai panduan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan silahkan download Pedoman yang diterbitkan Kemendikbud


Bagi Anda yang ingin mendownload Aplikasi SKP guru dan kepala sekolah golongan II, III, dan IV sesuai PEDOMAN  yang telah diterbitkan kemendikbud slahkan menentukan Link Download di bawah ini


DOWNLOAD APLIKASI SKP GURU BERDASARKAN GOLONGAN SESUAI PEDOMAN PENYUSUNAN SKP DAN PENILAIAN PRESTASI KERJA YANG DITERBITKAN KEMENDIKBUD 

Demikian info ihwal Aplikasi SKP guru dan kepala sekolah golongan II, III, dan IV, Terima Kasih, semoaga bermanfaat.


===========================================





= Baca Juga =



Pedoman Pengisian Data Pada Aplikasi Dapodikmen Untuk Proses Sumbangan Guru Sma/Smk

Berikut ini Pedoman Pengisian Data pada Aplikasi Dapodikmen untuk Proses Tunjangan Guru SMA/SMK


A. Data Individu PTK

Nama : sesuai dengan ijazah, tanpa gelar. Gelar pada kolom tersendiri.
Tgl Lahir : sesuai dengan sertifikat kelahiran/Ijazah
Nama ibu : tanpa gelar (alm/hj./dll)
Status Kepegawaian harus diisi lengkap.
o   Status CPNS/PNS/GTY/GTT
o   Sumber honor : Yayasan/APBD/Sekolah
o   Lembaga Pengangkat
o   No SK harus diisi dengan benar (jika kurang dari 10 digit di tambahkan dengan nama kab/kota)
o   NIP Baru (jika sudah ada)

B. Sekolah Induk

Centangan Sekolah Induk Harus diisi, kalau sekolah tsb ialah sekolah induk/pangkal PTK ybs
Sekolah Induk hanya diperbolehan satu (1) untuk setiap PTK walau mengajar di beberapa sekolah
Jika Sekolah Induk tidak dicentang atau lebih dari 1 sekolah induk yang dicentang maka data PTK ybs dianggap TIDAK VALID
Jam mengajar minimal 6 jam pada Sekolah Induk, termasuk Kepala Sekolah.

C. Tugas Tambahan
Tanggal Mulai Tugas (TMT) harus diisi dan ValidTanggal Selesai Tugas (TST) harus diisi kalau sudah tidak menjabat, No SK Harus diisi dengan benar
Tugas Tambahan yang diakui ialah Tugas Tambahan pada Sekolah Induk/pangkal. Jumlah Guru dengan Tugas Tambahan yang sama dalam satu sekolah dihentikan melebihi ketentuan. Jika Tugas Tambahan tidak valid maka Jumlah Jam Tugas Tambahan tidak diakui (= 0 jam).
Untuk lebih Jelasnya berikut saya lampirkan dalam Bentuk PPT hasil Paparan Mas Nazarudin Admin Dirjen GTK.


*       Tugas Tambahan yang diakui :
*       SMA
*       1 Kepala Sekolah
*       1-3 Wakil Kepala Sekolah
*       1 Kepala Laboratorium
*       1 kepala lab multimedia/bahasa
*       Punya keahlian multimedia atau bahasa
*       1 Kepala Perpustakaan (cek dengan sarpras dan nomor pokok perpustakaan)
*       K13
*       Pembina pramuka ( 2 Jam/minggu)
*       1-6 rombel          : 1 pembina
*       7-12 rombel        : 2 pembina
*       13-18 rombel      : 3 pembina
*       19-              : 4 pembina

*       Tugas Tambahan yang diakui :
*       SMK
*       1 Kepala Sekolah
*       1-4 Wakil Kepala Sekolah
*       1 Kepala Lab IPA
*       Berdasarkan sertifikasi pendidik  (Kimia, fisika, Bilogi)
*       1 kepala lab multimedia/bahasa
*       Berdasarkan sertifikasi pendidik (Bahasa yang diajarkan selain mulok, tik,kppi)
*       Latar belakang multimedia atau bahasa
*       Kepala Bengkel sesuai jadwal peminatan
*       1 Paket 1 bengkel
*       Harus satu  jadwal keahlian
*       SK kepala sekolah diketahui oleh dinas pendidikan
*       1 Kepala Perpustakaan (cek dengan sarpras dan nomor pokok perpustakaan)
*       Kepala Program Studi
*       Sesuai  jadwal disekolah
*       Latar sertifikasinya sesuai dengan paket keahlian di kelompok progarm tersebut
*       1 Kepala unit produksi
*       K13
*       Pembina pramuka ( 2 Jam/minggu)
*       1-6 rombel          : 1 pembina
*       7-12 rombel        : 2 pembina
*       13-18 rombel      : 3 pembina
*       19-              : 4 pembina

D. Ketentuan khusus Tentang guru produktif (untuk SMK)
*       Boleh diajarkan oleh 2 guru
*       Lihat keahlian
*       teknologi dan rekayasa
*       Kesehatan (kecuali pekerjaan sosial)
*       Agrubisnis & agro teknologi
*       Perikanan dan kelautan
*       Pariwisata
*       Seni rupa/kriya
*       Seni pertunjukan (minimal enam jam)

E. Ketentuan Tentang Muatan Lokal
*       Syarat diakuinya Matapelajaran Muatan Lokal
*       Muatan Lokal yang diajarkan merupakan Muatan Lokal yang telah ditetapkan oleh Pemda masing masing melalui Perda/SK Gubernur/Bupati atau Walikota
*       SK tersebut harus diserahkan kepada Dirjen GTK selambat lambatnya tanggal 15 September 2015
*       Nama Mata Pelajaran Mulok harus diisi benar benar sesuai dengan Penulisan Nama Mapel Mulok pada SK Gubernur/Bupati/Walikota. 
*       Contoh : Misal tertulis pada SK : Bahasa Sunda
*       Maka Penulisan pada aplikasi Dapodik harus : Bahasa Sunda. Tidak boleh B. Sunda atau Bhs Sunda

F. Pengisian Muatan Lokal  pada aplikasi Dapodik
*       Kurikulum KTSP
*       Jam wajib Mulok : 2 jam
*       Jika ada 2 mapel mulok, salah satu harus masuk jam wajib pemanis
*       Kurikulum 2013
*       Mapel Mulok sanggup diisi pada salah satu pelajaran tersebut atau mapel tersendiri (Muatan Lokal) dengan menuliskan Nama Mapel Mulok sesuai dengan SK Gubernur Walikota.
*       Contoh :
*       Nama Matapelajaran : Seni dan Budaya
*       Nama Mulok : Pendidikan Seni dan Budaya Jakarta

G. Ketentuan wacana Guru BK
*       Guru BK dimasukkan ke dalam Rombongan Belajar dengan jenis jam : Jam Tambahan/jam Lainnya.
*       Jumlah Siswa dihitung menurut Jumlah Siswa yang terdaftar pada Rombel (jjm Guru BK tidak besar lengan berkuasa pada penghitungan)
*       Minimum Siswa yang dibimbing ialah 150 Siswa, sanggup membimbing pada sekolah lain.
*       Untuk Guru BK yang mempunyai Tugas Tambahan Kepala Sekolah minimum siswa yang dibimbing ialah 40
*       Untuk Guru BK yang mempunyai Tugas Tambahan Wakasek minimum siswa yang dibimbing ialah 80
*       Jenis Guru harus diisi ‘Guru BK’
*       Kode bidang studi sertifikasi harus 810
*       Jumlah murid yang dibina minimal 150 siswa atau ekuivalen dengan 150 siswa
*       Jika Guru BK membina siswa pada sekolah lain maka ybs harus mendaftarkan juga pada dapodik pada sekolah tsb. Pastikan NUPTK pada kedua sekolah sama dan valid.
*       Jika menambah pada sekolah lain, jumlah minimum di sekolah induk harus sekurang2nya membina 40 siswa

H. Ketentuan wacana Guru TIK
*       Guru TIK pada kurikulum 2013 diperlakukan sama dengan Guru BK
*       Jenis Guru untuk Guru TIK harus diisi ‘Guru TIK’
*       Jumlah minimum siswa untuk guru TIK sama dengan Guru BK
*       Jika mengajar pada Kurikulum KTSP, maka perhitungan JJM sesuai dengan jumlah jam yang diampu sama ibarat mata pelajaran lainnya.

I. Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk Sekolah Menengan Atas KTSP
MATA PELAJARAN   
Keterangan
WAJIB   
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 
Masukan pada jenis jam wajib di aplikasi dapodik
PPKn 
Bahasa Indonesia 
Matematika  
Sejarah Indonesia 
Bahasa Inggris 
Seni Budaya 
Penjasorkes 
Keterampilan/Bahasa Asing lainnya
Muatan Lokal
Teknologi Informasi dan Komunikasi*)
Biologi 
Fisika 
Kimia 
Geografi 
Sosiologi 
Ekonomi 

I. PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU ALAM   
Biologi 
Masukan pada jenis jam peminatan di aplikasi dapodik
Fisika 
Kimia 
II. PEMINATAN ILMU SOSIAL   
Geografi 
Masukan pada jenis jam peminatan di aplikasi dapodik
Sejarah 
Sosiologi 
Ekonomi 
III. PEMINATAN BAHASA DAN BUDAYA   
Bahasa dan Sastra Indonesia 
Masukan pada jenis jam peminatan di aplikasi dapodik
Bahasa dan Sastra Inggris 
Bahasa Asing Lain 
Antropologi 
Total Masing-Masing Peminatan

D. BIMBINGAN
Bimbingan Konseling/Pengembangan Diri**)
Masukan pada jam pemanis pada aplikasi dapodik
 
MAKSIMAL PENAMBAHAN JAM***) 4 jp/kls
Masukan pada Jam wajib tambahan

Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk Sekolah Menengan Atas Kurikulum 2013
MATA PELAJARAN   
Keterangan
A. WAJIB   
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 
Masukan pada jenis jam wajib kelompok A di aplikasi dapodik
PPKn 
Bahasa Indonesia 
Matematika  
Sejarah Indonesia 
Bahasa Inggris 
B. WAJIB   
Seni Budaya 
Masukan pada jenis jam wajib kelompok B di aplikasi dapodik
Penjasorkes 
Prakarya dan Kewirausahaan 

C. I. PEMINATAN MATEMATIKA DAN ILMU ALAM   
Matematika
Masukan pada jenis jam peminatan di aplikasi dapodik
Biologi 
Fisika 
Kimia 
C. II. PEMINATAN ILMU SOSIAL   
Geografi 
Masukan pada jenis jam peminatan di aplikasi dapodik
Sejarah 
Sosiologi 

C. III. PEMINATAN BAHASA DAN BUDAYA   
Bahasa dan Sastra Indonesia 
Masukan pada jenis jam peminatan di aplikasi dapodik
Bahasa dan Sastra Inggris 
Bahasa Asing Lain 
Antropologi 
D. BIMBINGAN
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Masukan pada jam pemanis pada aplikasi dapodik
Bimbingan Konseling/Pengembangan Diri
E. Penambahan Jam
Mulok Bahasa Daerah
Masukan pada jam wajib pemanis pada aplikasi dapodik
Mulok Potensi tempat
MAKSIMAL PENAMBAHAN JAM
2jp /kelas
LINTAS MINAT
 Masukan pada jam lintas minat pada aplikasi dapodik

Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk Sekolah Menengah kejuruan KTSP
Nama Mata Pelajaran
Keterangan
Wajib
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Masukan pada Jenis jam wajib di aplikasi dapodik
PPKn
Bahasa Indonesia
Matematika 
Bahasa Inggris
IPS
Seni Budaya
Penjasorkes
Kewirausahaan
Muatan Lokal
IPA
PEMINATAN/Jurusan
Dasar Kejuruan
Mata pelajaran yang masuk dalam kriteria Dasar Kejuruan dan Kejuruan, masukan pada jenis jam peminatan di aplikasi dapodik
Kejuruan
Total Peminatan/Jurusan
Tambahan Jam Wajib
MAKSIMAL PENAMBAHAN JAM
Masukan pada Jam wajib tambahan
Bimbingan Konseling/Pengembangan Diri
Masukan pada jam pemanis pada aplikasi dapodik

Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk Sekolah Menengah kejuruan K13
Nama Mata Pelajaran
Keterangan
A. WAJIB
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
Masukan pada jenis jam wajib kelompok A di aplikasi dapodik
PPKn
Bahasa Indonesia
Matematika 
Sejarah Indonesia
Bahasa Inggris
B. WAJIB
Seni Budaya
Masukan pada jenis jam wajib kelompok B di aplikasi dapodik
Penjasorkes
Prakarya dan Kewirausahaan

C. PEMINATAN
Kejuruan
Mata pelajaran yang masuk dalam kriteria Dasar Kejuruan dan Kejuruan, masukan pada jenis jam peminatan di Aplikasi dapodik
D. BIMBINGAN
Teknologi Informasi dan Komunikasi*)
Masukan pada jam pemanis pada aplikasi dapodik
Bimbingan Konseling/Pengembangan Diri**)

Tentang Penerbitan SKTP
1.   SK Tunjangan Profesi (SKTP) berlaku selama 6 bulan sesuai dengan masa pembelajaran satu semester.
2.   SKTP untuk pembayaran periode Januari sd Juni 2016 mengacu pada data dapodik versi 8.. ke atas untuk masa pembelajaran semester 2 TA 2015-2016.
3.   Guru guru yang telah menerima SKTP dan dibayarkan tunjangannya untuk Triwulan 1 harus tetap menjaga ke-valid-an datanya hingga simpulan semester supaya santunan Triwulan 2 tetap dibayarkan
4.   Jumlah minimal akseptor didik sebanyak 15 orang per rombongan mencar ilmu (kecuali tempat khusus dan SLB) sudah mulai diterapkan.
5.   Untuk Guru Sekolah Luar Biasa harus mempunyai sertifikat sebagai Guru Sekolah Luar Biasa (kode 800), kalau tidak maka tidak akan dibayarkan tunjangannya.

Sumber : Validasi Pengisian Data pada Aplikasi Dapodikmen untuk Proses Tunjangan Guru Oleh Nazarudin Direktorat Jenderal GTK – Kemdikbud

Terima kasih

============================================



= Baca Juga =